Bapak ibu Calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, coba kita pandang baitullah didepan kita, kita taaatap dalam dalam gambar kabah di depan kita, jutaan orang, Allah izinkan untuk sujud rukuk menangis taubat di depan kabah,
tidak kah kita ingin, kita lah yang nanti menjadi salah satu di antara mereka, orang orang yang Allah undangan dan mampukan untuk datang ke baitullahNya.
Bapak/ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, kalau kita berbicara tentang baitullah, maka kita berbicara tentang nabiyullah Ibrahim As, kholiilullah, kekasih Allah, yang mana ketika itu nabiyullah ibrohim as diperintahkan oleh Allah untuk memanggil manusia datang kebaitullah,
apa kata Allah? “Yaa ibrohim.. idzhab ilaa jabali qubais.. pergilah engkau ke bukit yang bernama qubais, lalu serulah manusia untuk datang ke baitullah..
apa kata nabi ibrohim as? “Ya Allah.. suaraku keeecil ya Allah.. apakah sampai kepada mereka yang jauh disana ya Allah, atau ya Allah, kalaupun mereka mendengar suaraku, kalaupun mereka aaada dihadapanku, apakah mereka mau mendengar dan mengikuti ajakanku untuk datang ke rumahMu ya Allah,
apa kata Allah? “wa adzzing finnasi bil hajji, ya’tuka rijaalan wa ala kulli dhomir Ya’tiina mingkulli fajjin amiiiq” Allah SWT berfirman..
“Yaa ibrohim engkau jangan khawatir, ya ibrohiim engkau jangan takuut.. tugasmu hanya menyeru, tugasmu hanya mengajak, akulah yang akan mengundang kata Allah,
akulah yang akan memilih kata Allah, akulah yang akan memampukan hamba hambaKu, untuk datang ke rumahKu kata Allah.
Naiklah nabi ibrohim as ke atas bukit qubais, lalu menyeru manusia untuk datang ke baitullah, dengan satu kalimat ikrar, dengana satu kalimat proklamasi seorang hamba, satu kalimat jawaban seorang hamba, atas panggilan Allah untuk datang ke baitullah.
apa kalimatnya? “Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaikalaa Syariika laka Labbaik, Innal Hamdah Wanni’mah laka walmulk la syariikalak” (baca dengan lantang jangan menggunakan nada, lantangkan seolah-olah seperti nabi ibrohim sedang memanggil manusia dari atas bukit qubais)
Bapak ibu calon tamu Allah, calon tamu Rosulullah SAW..
Catat!!! Rumus pertama, kalo kita kepengen di undang dan dimampukan datang ke baitullahnya, apa kata Allah dalam hadist qudsinya?
“Ana Inda Dzonni Abdi Bii..” aku sebagaimana prasangka hambaKu kepadaKU.
Ketika seorang hamba berprasangka baik kepadaku, maka kebaikan demi kebaikan akan menyertai hidupnya.
Bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, maka hari ini saya ingin mengajak bapak ibu, untuk sama-sama kita berhunudzon sama Allah,
Siaaap?? Saya ingin mengajak bapak ibu untuk sama-sama kita berprasangka baik sama Allah, Siaaap?
Hari ini saya ingin mengajak bapak ibu untuk sama-sama kita membaca kalimat talbiyah bersama-sama,
kita bayangkan, hari ini kita sedang berdiri didepan kabah, sambil kita bayangkan, kita ucapkan kalimat talbiyah bersama-sama, sebagai tanda cinta dan rindu kita kepada baitullah.
Mohon izin bapak ibu, boleh sama-sama kita berdiri, kita bayangkan hari ini kita sedang berdiri di depan kabah, kita bayangkan, kita ucapkan kalimat talbiyah ini bersama-sama, sebagai tanda cinta dan rindu kita kepada baitullah,
silahkan bapak ibu boleh di angkat tangan kanannya, hadapkan kedepan, bayangkan telapak tangan ini sedang menyentuh kabah di depan kita, pegang kabahnya, cium kabahnya, peluk kabahnya, sambil kita mengucapkan kalimat talbiyah ini bersama-sama.
(saat meminta audience untuk berdiri, gestur badan agak membungkuk sebagai tanda meminta, jadi terkesan sopan dan mengajak bukan memerintah)