Bapak ibu Sadar ga? Secara sadar atau tidak sadar, bapak ibu yang hadir disini Adalah orang orang pilihannya Allah,
loh kenapa dikatakan sebagai orang orang pilihannya Allah, bu pa, dari sekian banyak orang yang kita undang untuk hadir di acara hari ini, bapak ibu adalah orang orang yang Allah gerakkan hatinya, untuk hadir disini, betul???
bisa jadii, hari ini hadirnya disini, duduknya disini, selanjutnya hadirnya duduknya di depan kabah,aamiin..
bisa jadi hari ini berdoanya disini, bertalbiyahnya disini, selanjutnya berdoanya bertalbiyahnya di depan kabah.
(jeda sejenak sebelum masuk ke 3 yes set!!)
Pembicara: pertanyaannya
bapak ibu, kepengen ga sih di undang sama Allah datang ke baitullah-Nya?
Jamaah: kepengen..
(sapa audiencenya sambil tangan mengarah ke kanan dan ke kiri bergantian,
pengen bu? Pengen pak?)
Oke, sekarang saya pingin lihat, siapa disini yang kepengen Allah undang, Allah mampukan dateng ke baitullah-Nya, angkat tangannnya katakan saya!!! (Sayaaa…)
Siapa disini yang kepengen Allah undang ke baitullahnya, ga Cuma sendirian.. tapi baaareng sama keluarganya, angkat tangannya katakan saya!!! (Sayaaa….)
yang kepengen, Allah undang dateng ke baitullah, di sepaaaanjang hidupnya ga Cuma sekali, taaapi berkali kali angkat tangannya katakan saya!!! Sayaaa…
Masya Allah.. amin..amiin.. yaa rabbal alamin, mudah-mudah Allah undang kita untuk datang kebaitullah-Nya.
Bapak ibu, hari ini saya ingin mengajak bapak ibu, untuk membangun kisah sukses kita, menuju ke baitullah,
karena inspirasi umroh ini bisa datang dari siapapun, bisa jadi inspirasi umroh ini datang dari tetangga kita, yang bercerita kepada kita, betapa indahnya, ketika Allah izinkan dirinya sujud di depan kabah,
bisa jadi inspirasi umroh ini datang dari keluarga atau saudara kita, yang bercerita kepada kita, betapa indahnya ketika Allah mulai kabulkan doanya satu persatu, yang kemarin dia lantunkan di depan kabah.
Maka hari ini bapak ibu, saya ingin menyapa bapak ibu, dengan satu sebutan spesial, satu sebutan khusus.. karena ketika nanti bapak ibu di undang dan di mampukan datang ke baitullahNya, bapak ibu adalah tamunya Allah, tamunya Rosulullah.
Maka hari ini, saya ingin sapa bapak ibu dengan sebutan, calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW.
(Jeda sejenak, nikmati sambil kita menatap audience)
Bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
Kalau kita berbicara tentang baitullah, maka kita ga lagi berbicara tentang uang, kenapa?
Sekarang gini..
Pembicara:
ada ga orang yang punya rumahnya lebih dari satu, mobilnya berderet, tanahnya dimana-mana, tapi ga pernah sekalipun dia datang ke baitullah, ada?
Jamaah: adaaa...
Pembicara: sebaliknya.. ada ga orang yang rumahnya bahkan masih ngontrak, maaakannya pas pasan, tapi Allah undang dan mampukan dirinya untuk sampai ke baitullah, ada??
Jamaah: adaaaa..
Artinya baitullah ini bukan lagi soal uang, terlalu kecil bagi Allah mengundang seorang hamba yang punya uang saja untuk datang ke baitullah,
tapi baitullah ini soal haaati, seberapa besar cinta kita kepada baitullah, seberapa besar riiindu kita kepada baitullah, seberapa sering lisan iniii melantukan doa doa untuk datang ke baitullah,
bisa jadi selama ini kita rindu untuk datang ke baitullah, tapi kita luuupa, ketika kita mengangkat tangan berdoa kepada Allah, yang kita minta banyaknya hanya dunia.. dunia.. dunia.
bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
Inspirasi umroh ini, saat itu datang kepada saya, dari seorang nenek, yang haaanya seorang tukang cuci bajuuu..
logikanya nenek ini nabung, buuutuh puluhan tahun untuk datang ke baitullah, tapi Allah undang nenek ini ga sampai setahun, karena rindunya dan cintanya kepada baitullah,
mari kita saksikan video nenek berikut ini mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk kita semua.
(putar video emak, saat awal ada scene emak lagi ngusap gambar kabah lalu kita ucapkan.)
“seorang nenek yang sudah sangat rindu dan cinta ingin datang ke baitullah, dia tatap dan dia usap setiap hari gambar kabah di rumahnya.”
(setelah itu sepanjang video cukup diam sambil meresapi isi videonya, bangun emosi disini agar nanti saat talbiyah kita bisa lebih mudah untuk menyampaikan dengan rasa.)
Bapak ibu Calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, coba kita pandang baitullah didepan kita, kita taaatap dalam dalam gambar kabah di depan kita, jutaan orang, Allah izinkan untuk sujud rukuk menangis taubat di depan kabah,
tidak kah kita ingin, kita lah yang nanti menjadi salah satu di antara mereka, orang orang yang Allah undangan dan mampukan untuk datang ke baitullahNya.
Bapak/ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, kalau kita berbicara tentang baitullah, maka kita berbicara tentang nabiyullah Ibrahim As, kholiilullah, kekasih Allah, yang mana ketika itu nabiyullah ibrohim as diperintahkan oleh Allah untuk memanggil manusia datang kebaitullah,
apa kata Allah? “Yaa ibrohim.. idzhab ilaa jabali qubais.. pergilah engkau ke bukit yang bernama qubais, lalu serulah manusia untuk datang ke baitullah..
apa kata nabi ibrohim as? “Ya Allah.. suaraku keeecil ya Allah.. apakah sampai kepada mereka yang jauh disana ya Allah, atau ya Allah, kalaupun mereka mendengar suaraku, kalaupun mereka aaada dihadapanku, apakah mereka mau mendengar dan mengikuti ajakanku untuk datang ke rumahMu ya Allah,
apa kata Allah? “wa adzzing finnasi bil hajji, ya’tuka rijaalan wa ala kulli dhomir Ya’tiina mingkulli fajjin amiiiq” Allah SWT berfirman..
“Yaa ibrohim engkau jangan khawatir, ya ibrohiim engkau jangan takuut.. tugasmu hanya menyeru, tugasmu hanya mengajak, akulah yang akan mengundang kata Allah,
akulah yang akan memilih kata Allah, akulah yang akan memampukan hamba hambaKu, untuk datang ke rumahKu kata Allah.
Naiklah nabi ibrohim as ke atas bukit qubais, lalu menyeru manusia untuk datang ke baitullah, dengan satu kalimat ikrar, dengana satu kalimat proklamasi seorang hamba, satu kalimat jawaban seorang hamba, atas panggilan Allah untuk datang ke baitullah.
apa kalimatnya? “Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaikalaa Syariika laka Labbaik, Innal Hamdah Wanni’mah laka walmulk la syariikalak” (baca dengan lantang jangan menggunakan nada, lantangkan seolah-olah seperti nabi ibrohim sedang memanggil manusia dari atas bukit qubais)
Bapak ibu calon tamu Allah, calon tamu Rosulullah SAW..
Catat!!! Rumus pertama, kalo kita kepengen di undang dan dimampukan datang ke baitullahnya, apa kata Allah dalam hadist qudsinya?
“Ana Inda Dzonni Abdi Bii..” aku sebagaimana prasangka hambaKu kepadaKU.
Ketika seorang hamba berprasangka baik kepadaku, maka kebaikan demi kebaikan akan menyertai hidupnya.
Bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, maka hari ini saya ingin mengajak bapak ibu, untuk sama-sama kita berhunudzon sama Allah,
Siaaap?? Saya ingin mengajak bapak ibu untuk sama-sama kita berprasangka baik sama Allah, Siaaap?
Hari ini saya ingin mengajak bapak ibu untuk sama-sama kita membaca kalimat talbiyah bersama-sama,
kita bayangkan, hari ini kita sedang berdiri didepan kabah, sambil kita bayangkan, kita ucapkan kalimat talbiyah bersama-sama, sebagai tanda cinta dan rindu kita kepada baitullah.
Mohon izin bapak ibu, boleh sama-sama kita berdiri, kita bayangkan hari ini kita sedang berdiri di depan kabah, kita bayangkan, kita ucapkan kalimat talbiyah ini bersama-sama, sebagai tanda cinta dan rindu kita kepada baitullah,
silahkan bapak ibu boleh di angkat tangan kanannya, hadapkan kedepan, bayangkan telapak tangan ini sedang menyentuh kabah di depan kita, pegang kabahnya, cium kabahnya, peluk kabahnya, sambil kita mengucapkan kalimat talbiyah ini bersama-sama.
(saat meminta audience untuk berdiri, gestur badan agak membungkuk sebagai tanda meminta, jadi terkesan sopan dan mengajak bukan memerintah)
Slide 4 (Video Talbiyah)
Bismillahirrahmanirrahim.. bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, hari ini kita bayangkan, kita berdiri di depan kabah, kita bayangkan hari ini Allah undang dan mampukan kita untuk datang ke baitullahnya, sebagaimana Allah mengatakan dalam hadist qudsinya “Ana Inda Dzonni Abdi bii” aku sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, maka hari ini kita bayangkan, kita diundang sama Allah, kita di pilih sama Allah dari jutaan hambanya, hari ini kitalah yang terpilih dan dipanggil namanya datang ke baitullahnya, mari bapak ibu, kita bayangkan kita sedang berdiri di depan kabah, sambil kita ucapkan kalimat talbiyah ini bersama-sama, sebagai tanda cinta dan rinduu kita kepada baitullah, mari kita ucapkan bersama-sama.
Ya Allah.. ya rabbal baitul atiq, ya Allah yang maha menggenggam baitullah ini, kami bayangkan ya rabbana, kami berdiri di depan kabahmu, kami bayangkan di samping kami ada suami atau istri kami, kami bayangkan ya rabbanaa,, disamping kami ada anak-anak kami, anak anak kami yang memeluk tubuh kami sambil mengatakan kepada kami, maaaaak... makasih udah ajak aku ke baitullah, paaaak.. makasih udah ajak aku ke baitullah, kami bayangkan yaa rabbana.. di samping kami ada ayah dan ibunda kami.. jangan ya rabbana.. jangan engkau cabut nyawanya, sebelum kami hantarkan mereka sampai ke baitullahMu. Ya rabbana.. jika ada diantara kami ayah atau ibundanya yang sudah wafat, maka izinkan kami ya rabbana.. kami doakan mereka di depan kabahMu, agar engkau ampuni dosanya, engkau terima amalnya dan engkau tempatkan di tempat terbaik disinya. Allahu Akbar!!!
ya Allah yaa rabbal baitil atiq.. maka izinkan ya rabbana, sebagaimana sahabat-sahabat, saudara-saudara kami yang telah engkau izinkan datang ke baitullah, maka muliakan yaa rabbana, sebagaimana sahabat sahab saudara saudar kami yang engkau muliakan datang ke baitullahmu.
Hamba mohon ya rabb.. hamba mohon ya Rabb.. jika hari-hari yang lalu, baitullah belum ada dilisan kami, jika hari-hari yang lalu, baitullah belum ada ditelinga-telinga kami, jika hari-hari yang lalu, baitullah belum ada di hati kami ya Rabb, hamba mohon ya Rabb, engkau tanamkan kerinduan baitullah dihati kami. Lalu engkau undang dan mampukan kami ke baitullah. Mari bapak ibu kita ucapkan kalimat talbiyah ini bersama-sama.
Ya rabb.. undang kami ya rabb.. mampukan kami ya rabb.. bersama orang orang yang kami cintai, datang ke baitullahMu. Aamiin.. amiin yaa rabbal alamiin
SLIDE 5-6 (Muhasabah)
Bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
Rosulullah SAW bersabda:
ketika seorang muslim mendoakan muslim yang lainnya, maka malaikat yang akan langsung mengaminkan dan mendoakan hal yang sama kepada muslim yang mendoakan muslim lainnya.
Maka hari ini bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW, kita datang kesini hajat kita sama betul? Doa dan keinginan kita sama betul? Kita sama-sama ingin di undang dan dimampukan oleh Allah SWT untuk sujud rukuk menangis taubat di baitullahNya. Maka mohon izin bapak ibu, kenal atau tidak kenal, mohon izin kawan yang ada di kanan atau kirinya silahkan di peluk, dirangkul dan saling doakan, silahkan laki laki dengan laki laki dan perempuan dengan perempuan kecuali muhrim, silahkan bu pak, saling doakan, bisa jadi doa kita hari ini Allah ijabah dan segerakan kita diundang ke baitullahNya.
Pembiara: Ya rabb.. ini hambaMu yang ada di samping kami, undang dirinya dan keluarganya ya rabb, izinkan dia mencium kabahmu, sholat di raudhohmu, minum air zamzamu dan sujud menangis taubat di depan kabahmu, undang dia ya rabb, mampukan dia, pilih dia untuk menjadi hambamu yang engkau sampaikan datang ke baitullahmu. Aaamiin
Masya Allah.. mudah-mudahan dengan saling mendoakannya kita hari ini, Allah akan sama sama undang kita semua untuk hadir di baitullah Nya. Amiin yaa rabbal alaamiin.
Bapak ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
Alasan pertama kenapa kita harus menyegerakan dan memaksakan diri kita untuk sampai ke baitullah? (geser slide ke gambar dibawah ini)
Diriwatkan oleh at tirmidzi dan an nasai... (baca hadistnya sampai wadzzunub aja).
Ikutilah haji ke haji, umroh ke umroh, maka Allah janjikan 2 hal kepada orang-orang yang Allah pilih dan undang sampai ke baitullah Nya. Yang pertama, “yanfiyaanil faqr” Allah akan hilangkan kata kemiskinan dalam hidup kita, jadi ga ada ceritanya orang yang pulang umroh jatuh miskin, yang ada Allah banjirkan dan berkahkan rezekinya. Yang kedua, “yanfiyaanil faqr wadzzunub” Allah hilangkan kata kemiskinan dalam hidup kita lalu yang kedua Allah akan hapus dosa dosa yang ada dalam diri kita, berapa banyak dosa yang kita lakukan dari mulai kita balligh sampai kita menginjakkan kaki di baitullah, maka Allah akan hapuskan semua dosa-dosa kita.
bapak/ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
Rosulullah SAW bersabda, salah satu jalan menuju surga nya Allah adalah dengan mengejar rahmat dan kasih sayangnya Allah. Nah ketika Allah swt mengundang dan memampukan kita nanti ke baitullah, maka Allah akan berikan hadiah dengan menurunkan secara langsung dan khusus kepada kita, minimal 120 rahmat disetiap harinya.
60 rahmat bagi orang yang bertawaf, maka setiap kali kita melakukan tawaf baik wajib saat umroh maupun tawaf sunnah, maka Allah akan melimpahkan 60 rahmatNya untuk kita.
40 rahmat bagi orang-orang yang sholat didepan kabah.
Dan yang luar biasa besarnya, mungkin selama ini kita pandang kabah dari gambar di sejadah kita, mungkin selama ini kita pandang kabah dari video di televisi dirumah kita, tapi ketika nanti Allah izinkan kita untuk melihat kabah secara langsung, maka Allah akan menurunkan 20 rahmatnya, bagi siapa saja yang memandang kabah dengan kedua mata ini. Maka ketika nanti kita sampai di baitullah, pandangilah kabah sepuas-puasnya, karena setiap kita memandang kabah, Allah akan turunkan 20 rahmatnya.
SLIDE 8
bapak/ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
berapa usia kita kata Rosulullah? Rosulullah wafat di usia? Iya betul 63 tahun.
Kata Rosulullah, “umru ummati baina sittin wasab’in” umur umatku itu antara 60-70 tahun, lebih dari 70 maka bonus kata Rosulullah, coba kita bandingkan dengan umurnya umat-umat nabi terdahulu, berapa?? Ada yang ratusan tahun, bahkan ada yang ribuan tahun. Sekarang kalau kita bandingkan dengan usia kita yang kata rosulullah hanya antara 60-70 maka berat untuk kita bersaing dengan mereka untuk masuk ke dalam surganya Allah. Makanya kita harus banyak bersyukur kepada Allah karena di lahirkan sebagai umatnya nabi Muhammad SAW, kenapa? Karena Allah berikan khusus untuk umatnya nabi Muhammad, yang tidak di berikan kepada ummat lainnya kecuali umatnya nabi Muhammad SAW, apa itu? Al amal al mudhoafah, amalan yang ringan di kerjakan tapi berat timbangannya di sisi Allah SWT.
Sholat di masjid nabawi Allah akan lipat gandakan 1000 kali lipat, jadi kalau kita sholat di masjid nabawi, seperti kita sholat di masjid yang ada disini 1000 kali sholat, misal sholat dzuhur tadi, Allahu akbarr... ketika kita sholat di masjid nabawi, sama seperti sholatnya 1000 kali lipat disini, yang lebih dahsyatnya lagi kalau kita sholatnya di masjidil harom.
Satu kali kita sholat di masjidil harom sama seperti 100.000 kali sholat di masjid yang ada disini.
sebagaimana Hadist Rosulullah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).
sekarang mari kita hitung, biar kebayang dan makin semangat berapa yang akan kita dapatkan?!
Berapa hari dalam setahun? Oke, 365 hari.
nah, sekarang 100.000 di bagi dengan 365 hari atau 1 tahun berapa?
273 sekian, kita genapkan aja menjadi 273, jadi 1 kali sholat di masjidil haram, sama seperti kita sholat 273 tahun tanpa terputus.
Sementara berapa hari kita sholat yang wajib dalam sehari? 5 kali.. jadi 273 tahun x 5 = 1.369 tahun
Seperti kita puya usia? Betull.. ribuan tahun. Masya Allah..
Nah itu baru sholat yang WAJIB saja, belum yang sunnah, seperti sholat Tahajud, syuruq, duha, qobliyah, badiyah, kebayang berapa ratus tahun yang akan kita dapatkan.
bapak/ibu calon tamu Allah calon tamu Rosulullah SAW..
alasan yang ke empat, kenapa kita harus menyegerakan dan memaksakan diri kita untuk sampai ke baitullah? Bu, pak, pernah ga kita nitipin doa ke tetangga kita yang berangkat umroh? Pernah..
pernah ga kita nitipin doa dan hajat kita ke keluarga kita yang berangkat ke baitullah? Pernah.. kenapa? Padahal bisa jadi mereka bukan termasuk orang sholat yang maqbul doanya, atau bahkan bisa jadi mereka adalah orang yang baru hijrah, tapi kenapa kita titipkan doa kita kepada mereka? Karena janji Allah, Allah akan berikan hadiah untuk mereka hamba hamba Allah yang Allah undang dan sampaikan ke baitullah, maka Allah akan berikan spesial untuk mereka bukan hanya waktu yang mustajab untuk berdoa, tapi juga tempat tempat yang mustajab untuk berdoa, sekarang bayangkan, ketika nanti kita diundang sama Allah ke baitullah, saat itu kita berada di waktu yang mustajab, dan saat itu juga kita sedang berdiri di tempat yang mustajab, artinya bertemu antara waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa, maka bergetarlah ARSY Allah, mendengar lantunan doa seorang hamba, yang dilantunkan di waktu dan tempat yang mustajab.
@2026 Pusat Privat Inc.
Koneksi internet Anda sedang bermasalah, mohon coba gunakan jaringan lain.Tutup